SEJARAH BERDIRINYA YAYASAN PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA INSANI (YP2SDI) AL FITYAH
Awal Berdirinya Al Fityah
Yayasan Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Insani (YP2SDI) Al Fityah merupakan lembaga yang lahir dari sebuah cita-cita besar untuk berkontribusi dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Cikal bakal berdirinya Al Fityah dimulai pada tahun 1993, yang kemudian secara resmi ditandai dengan berdirinya Sekolah Dasar Islam Terpadu Al Fityah pada tanggal 21 Juni 1993, bertepatan dengan 1 Muharram 1414 H. Pendirian yayasan tersebut berdasarkan Akta Notaris Syawal Sutan di atas SK No. 31 Tahun 1993.
Sejak awal, Al Fityah tidak hanya diarahkan untuk menjadi sebuah lembaga pendidikan, tetapi juga diproyeksikan sebagai wadah untuk membangun dan mengembangkan sumber daya manusia serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Makna Nama Al Fityah
Nama “Al Fityah” diambil dari Al-Qur’an, yaitu Surah Al-Kahfi ayat 13, yang menggambarkan sosok pemuda yang memiliki keimanan dan keteguhan hati.
“Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.”
(QS. Al-Kahfi: 13)
Nama Al Fityah menjadi sebuah doa, harapan, sekaligus identitas perjuangan lembaga: melahirkan generasi muda yang memiliki keimanan yang kokoh, ilmu yang luas, akhlak yang mulia, serta semangat untuk memberikan manfaat bagi kehidupan.
Nilai inilah yang sejak awal menjadi ruh dalam perjalanan Al Fityah dalam mengembangkan pendidikan dan pembinaan generasi.
Sebuah Cita-Cita Besar
Dengan semangat dan idealisme yang segar, Al Fityah sejak awal memiliki obsesi untuk menjadi bagian dari lembaga yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.
Cita-cita tersebut dirumuskan dalam sebuah kalimat:
“BE THE CENTER OF EXCELLENCES IN INDONESIA”
Cita-cita tersebut menjadi the dreams should be achieved — sebuah mimpi besar yang ingin diwujudkan melalui berbagai kontribusi nyata.
Al Fityah berkomitmen untuk menghadirkan nilai-nilai Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin, melalui berbagai fungsi kelembagaan, antara lain:
Cita-cita tersebut menjadi arah perjalanan Al Fityah dari waktu ke waktu, sehingga setiap lembaga dan program yang dikembangkan tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari sebuah ekosistem yang saling menguatkan.
Pendidikan sebagai Gerakan Utama
Dalam menjalankan berbagai fungsi tersebut, Al Fityah menjadikan pendidikan sebagai aktivitas utama (core activity).
Perjalanan tersebut diawali pada tahun 1993 melalui kegiatan training dan capacity building yang bertujuan membangun sumber daya manusia unggul di berbagai instansi pemerintah maupun swasta.
Pada tahun yang sama, Al Fityah mulai mengembangkan kegiatan pendidikan melalui pendirian lembaga pendidikan prasekolah, yaitu TK Permata.
Perjalanan tersebut terus berkembang. Pada tahun 2001, Al Fityah mendirikan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Fityah, yang menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah pendidikan Islam terpadu di Provinsi Riau.
Kehadiran SDIT Al Fityah menjadi langkah strategis dalam mewujudkan visi untuk menghadirkan pendidikan yang memadukan iman, ilmu, akhlak, keterampilan, dan pengembangan potensi peserta didik.
Perkembangan Lembaga dari Masa ke Masa
Komitmen Al Fityah dalam membangun pendidikan tidak berhenti pada jenjang sekolah dasar. Seiring dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman, Al Fityah terus memperluas layanan pendidikan dan kelembagaannya.
1993 — Awal Perjalanan
2001 — Penguatan Pendidikan Dasar
2007 — Perluasan Jenjang Pendidikan
2012 — Melengkapi Pendidikan Dasar dan Menengah
2018 — Memperluas Fungsi Kelembagaan
Untuk semakin mengoptimalkan berbagai fungsi kelembagaan dan memperluas manfaat bagi masyarakat, Al Fityah mendirikan beberapa lembaga pendukung, yaitu:
Kehadiran lembaga-lembaga tersebut menjadi bagian dari upaya Al Fityah dalam memperkuat pembinaan Al-Qur’an, karakter, kepemimpinan, serta budaya mutu dalam seluruh aktivitas kelembagaan.
2020 — Menguatkan Gerakan Wakaf
Di tengah situasi pandemi COVID-19, Al Fityah tetap berupaya menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat.
Pada tahun ini didirikan Lembaga Wakaf Al Fityah sebagai salah satu ikhtiar untuk mengembangkan potensi wakaf sebagai instrumen kebaikan, kebermanfaatan, dan keberlanjutan gerakan sosial pendidikan.
Terus Bertumbuh, Terus Memberi Manfaat
Perjalanan Al Fityah sejak tahun 1993 hingga hari ini merupakan perjalanan panjang yang dibangun dengan idealisme, kerja keras, kolaborasi, dan komitmen untuk terus memberikan manfaat.
Dari sebuah gagasan tentang pengembangan sumber daya manusia, Al Fityah tumbuh menjadi sebuah ekosistem pendidikan dan kelembagaan yang terus bergerak mengikuti kebutuhan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam sebagai landasan utamanya.
Al Fityah percaya bahwa pendidikan bukan sekadar proses mentransfer ilmu, tetapi merupakan bagian dari membangun peradaban dan menyiapkan generasi yang mampu memberikan kontribusi bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.
Semangat tersebut terus menjadi bagian dari perjalanan Al Fityah dalam mewujudkan cita-cita:
“BE THE CENTER OF EXCELLENCES IN INDONESIA”
Sebuah cita-cita untuk menghadirkan pusat keunggulan yang tidak hanya melahirkan generasi berprestasi, tetapi juga generasi yang beriman, berilmu, berakhlak, mandiri, kompeten, dan bermanfaat bagi sesama.
Al Fityah terus bertumbuh, terus berinovasi, dan terus memberikan manfaat — untuk pendidikan, untuk umat, dan untuk peradaban.